Dalam rangka pengembangan produk riset industri di Indonesia, Gama Multi Group melalui anak perusahaannya, PT. Swayasa Prakarsa, turut mengambil bagian dalam perkembangan alat kesehatan di Indonesia. Swayasa Prakarsa menjadi vehicle bagi UGM dan Gama Multi Group dalam tujuan mengindustrikan, komersialisasi dan mengembangkan hasil riset UGM agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Produk pertama yang akan diproduksi secara komersial adalah GamaCHA, suatu komposit yang digunakan sebagai material pengganti tulang yang terutama digunakan untuk implant bidang kedokteran gigi.
GamaCHA dapat diproduksi oleh Swayasa setelah melalui proses yang sangat panjang mulai dari penyiapan pabrik, perizinan daerah, sertifikasi fasilitas produksi, sampai dengan pengurusan persyaratan izin edar. Fasilitas produksi dan produk yang dikembangkan ini adalah pertama kali dan satu-satunya di Indonesia dan telah memenuhi standar Good Manufacturing Practices (GMP). Sertifikat izin produksi Gama-CHA telah didapatkan pada tanggal 9 mei 2014, sedangkan sertifikasi izin edar didapatkan pada tanggal 23 Juni 2014. Sehingga, pada tanggal 30 juni 2014, Swayasa telah dapat memulai produksi skala industri untuk produk pertama kalinya dengan target produksi 30.000 unit dalam 3 bulan, yang semuanya telah dipesan untuk didistribusikan dan dipasarkan oleh Kimia Farma.
Mengingat inisiasi ini adalah buah dari kesepakatan antara Menteri BUMN dan Rektor UGM dalam rangka dukungan BUMN untuk menghilirisasi hasil riset di UGM, maka pada tanggal 10 Juni 2014 manajemen Swayasa yang diwakili oleh Direktur Utama PT Gama Multi Usaha Mandiri, Bapak M. Afrizal Hernandar, Ibu Bondan Ardiningtyas selaku General Manager PT Swayasa Prakarsa dan Ibu Ika Dewi Ana mewakili tim inventor, berkesempatan berdiskusi dengan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, untuk melaporkan progress hilirisasi produk riset UGM, khususnya kesiapan GamaCHA. Dalam kesempatan itu manajemen mengundang Menteri BUMN untuk dapat ikut hadir dalam acara launching produk GamaCHA yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2014. Menteri BUMN menyambut sangat baik dan bergembira mendengar keberhasilan progress hilirisasi produk tersebut. Beliau sangat antusias untuk dapat hadir pada acara tersebut mengingat keberhasilan produk ini adalah pionir bagi kerjasama riset dan pengembangan antara industri dan perguruan tinggi yang sejak dulu didambakan. Realisasi hasil riset UGM tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi para peneliti, industri serta memiliki nilai tambah dan diferensiasi yang tinggi untuk dipasarkan di pasar Indonesia maupun global. Selain itu, bagi UGM, setiap prosesnya merupakan juga bagian dari proses edukasi dan pengabdian kepada masyarakat. (indah)
Berita Lainnya :



