Dalam rangka melanjutkan kesepakatan antara UGM dan Kementerian Negara BUMN untuk melanjutkan percepatan translasi hasil-hasil penelitian ke industri dan masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan dan kedokteran, Swayasa bersama dengan UGM, Kementerian Negara BUMN dan Kementerian Kesehatan menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Peningkatan Daya Saing Industri Alat Kesehatan Indonesia : Peran Universitas sebagai Mesin Inovasi” pada tanggal 18 Agustus 2014 di Jakarta.
Seminar ini diselenggarakan dalam rangka launching salah satu produk penelitian, Bone Graft Gama-CHA, dimana Gama-CHA merupakan salah satu dari 12 hasil penelitian yang terpilih untuk dikembangkan ke arah pemanfaatan oleh industri dan masyarakat. Gama-CHA telah mendapatkan sertifikat izin produksi dan izin edar dari Kementerian Kesehatan dan telah mulai diproduksi oleh Swayasa Prakarsa tanggal 30 juni 2014 dalam skala industri, dimana fasilitas produksi dan produk yang dikembangkan ini adalah pertama kali dan satu-satunya di Indonesia serta telah memenuhi standar Good Manufacturing Practices (GMP). Target produksi yang dilakukan Swayasa adalah 30.000 unit dalam 3 bulan, yang semuanya telah dipesan untuk didistribusikan dan dipasarkan oleh PT. Kimia Farma.
Kegiatan sesi pertama adalah seminar peluncuran produk Gama-CHA dengan keynote speech dan narasumber Menteri Negara BUMN RI, Wakil Menteri Kesehatan RI, dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM. Menteri BUMN Dahlan Iskan, bercerita tentang lahirnya produk penelitian ini berawal dari kunjungannya ke UGM sekitar 1,5 tahun lalu dan ia sempat menanyakan produk-produk penelitian UGM yang siap diproduksi oleh BUMN. “Saya tagih terus menerus, bagaimana pelaksanaannya, jika hari ini diluncurkan, saya sangat senang, menunjukan bahwa kita bukan tergolong orang yang hanya ngomong saja, tapi bisa mewujudkan sesuatu,” ujarnya. Dahlan Iskan juga secara langsung memberi ucapan selamat dan apresiasi pada Ika Dewi Ana sebagai peneliti UGM yang bisa menghantarkan produk penelitiannya bisa dimanfaatkan masyarakat luas.
Yang tidak kalah penting menurut Dahlan Iskan, semakin banyak hasil penelitian di bidang obat dan alat kesehatan dari penelitian kampus yang bisa diproduksi massal maka bisa mengurangi ketergantungan impor produk alat kesehatan yang mencapai 90 persen. Harus ada yang berinisiatif seperti ini, tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan saat ini produk sejenis dari Gama-CHA ini banyak didominasi produk dari Jepang dan Korea. Oleh karena itu, dia menyambut baik hasil karya inovasi dari peneliti UGM ini. Ghufron menambahkan, kebutuhan produk yang berupa obat dan alat kesehatan saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setelah diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional. Hal ini bisa menjadi peluang bagi industri alat-alat kesehatan nasional.”Kebutuhan obat dan alat kesehatan kian meningkat, ini harus ditangkap para peneliti, produsen dan para pemerintah daerah. Sekarang, kebutuhan obat dan alat kesehatan naik dua hingga tiga kali lipat,” paparnya.
Wakil Rektor Bidang Kerja sama dan Alumni, Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, menyebutkan saat ini ada 8 produk hasil penelitian UGM yang siap dipasarkan ke masyarakat. Untuk menyalurkan produk penelitian tersebut, UGM bermitra dengan pihak industri agar bisa diproduksi massal. ”UGM melalui perusahaannya, Gama Multi Group, siap mengeluarkan 8 produk, 6 produk herbal dan 2 alat kesehatan. Dua alat kesehatan tersebut salah satunya Gama-CHA,” katanya.
Setelah seminar peluncuran produk Gama-CHA, kegiatan berikutnya adalah workshop terkait dengan produk Gama-CHA. Tujuan diselenggarakannya workshop ini antara lain sebagai media komunikasi antara akademisi, praktisi dan stakeholder yang terkait dengan translasi hasil penelitian alat kesehatan di Indonesia sekaligus untuk merumuskan rekomendasi bagi pemerintah Indonesia yang akan datang. Selain itu juga, workshop ini diadakan untuk memperkenalkan praktek baik kemitraan antara pemerintah, industri nasional, dan perguruan tinggi, dengan Gama-CHA sebagai salah satu contoh hasil penelitan bidang alat kesehatan yang ditranslasikan ke indutri, untuk dapat dipergunakan oleh masyarakat luas.
Workshop mengenai produk Gama-CHA ini mengundang pembicara dan narasumber dari Jepang, Prof. Kunio Ishikawa, Ph.D dari Kyushu University, dan juga dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Dr.drg. Ahmad Syaify, SpPerio (K) serta drg. Masykur Rahmat, Sp. BM. Tema yang diangkat adalah mengenai teknologi CHA untuk terapi regenerative, serta indikasi dan manfaat penggunaan graft tulang di bidang periodensia & bedah maksilofasia. (indah)
Berita Lainnya :



