Pada tanggal 24 Maret 2015, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI, Muhammad Nasir mengunjungi Swayasa Prakarsa dan Gamatechno Indonesia, subsidiary Gama Multi Group, setelah melakukan audiensi dengan Rektor dan para peneliti UGM di Gedung Pusat UGM. Menristek Dikti disambut oleh Direktur Utama Gama Multi Group, Direksi Gamatechno Indonesia dan Direksi Swayasa Prakarsa di Gedung Gamatechno.
Dalam kunjungannya ke Swayasa Prakarsa dan Gamatechno, Nasir memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan tim holding untuk merealisasikan riset-riset yang ada di UGM. Nasir menilai hasil riset di perguruan tinggi sudah cukup banyak tetapi sangat sedikit yang telah direalisasikan. Nasir mengatakan bahwa jangan sampai produk riset yang dihasilkan ini melimpah namun harga di pasaran terlalu tinggi sehingga masyarakat akan lari ke produk impor. Disini perguruan tinggi perlu membuat semacam holding seperti Gama Multi Group untuk membantu hilirisasi produk risetnya.

Setelah berdiskusi di demo room Gamatechno mengenai Gama-CHA, smartcity Gamatechno, serta e-ticketing AINO, Muhammad Nasir mengunjungi pabrik produksi Gama-CHA dan Gama Herbal di Gedung Gamatechno karena ketertarikannya dengan Gama-CHA, sebagai salah satu produk riset yang telah dihilirisasi ke masyarakat.
Nasir juga memberikan advice perlu adanya rencana ekspansi agar nantinya tempat produksi Gama-CHA dan Gama Herbal menjadi jauh lebih luas sehingga bisa menambah produksi, tentunya dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti pembuangan limbahnya, komposisi material dalam negeri lebih diutamakan dan packaging yang menarik hingga pricing yang sesuai dengan pasar Indonesia.
.jpg)
Menristek Dikti RI berharap model bisnis di perguruan tinggi seperti yang dilakukan Gama Multi Group semakin banyak dilakukan oleh semua perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Gama Multi Group dapat dijadikan contoh bagi holding-holding yang telah ada di beberapa perguruan tinggi. Tujuannya tidak lain agar riset-riset yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Indonesia dapat terealisasi dan dihilirisasi ke seluruh masyarakat, karena sejauh ini banyak hasil riset yang masih berupa prototype dan hanya dipublikasi tanpa dihilirkan ke masyarakat.
Diakhir kunjungannya, Muhammad Nasir menekankan kembali akan selalu mendukung komitmen UGM untuk melakukan hilirisasi produk-produk riset yang dihasilkan ke masyarakat dan dunia usaha. Nasir berharap hasil-hasil riset di perguruan tinggi bisa memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat serta hilirisasi produk riset perguruan tinggi dapat diimplementasikan di beberapa sektor unggulan, seperti energi, pangan, kesehatan, hankam, teknologi informasi, transportasi dan material. (indah)
Berita Lainnya :



