Pada tanggal 19-20 Februari 2016 diselenggarakan kegiatan seminar berskala internasional bertema “Million Dollar Smile Make Over with Dr. Michael Apa” di Medan, Sumatera Utara. Seminar ini diselenggarakan oleh Ikatan Kedokteran Gigi Estetik Indonesia (IKGEI) dengan menampilkan pembicara Internasional. Acara tersebut sangat menarik minat ratusan dokter gigi baik dalam maupun luar negeri, terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini.
Bertujuan untuk memperkenalkan Gama-CHA ke kalangan pasar yang lebih luas dan membuka jejaring riset maupun pemasaran baru. Pihak distributor Kimia Farma (dalam hal ini diwakili PT Pharmasolindo) bekerjasama dengan PT. Swayasa Prakarsa turut berpartisipasi memeriahkan rangkaian acara dengan menyelenggarakan Welcoming Dinner yang berlangsung pada tanggal 19 Februari 2015. Dengan mengundang seluruh tamu peserta internasional, para pembicara dan beberapa dokter gigi terpilih dalam negeri, Welcoming Dinner tersebut sukses dihadiri oleh kurang lebih 95 orang.
Dalam kesempatan tersebut, selain acara makan malam dan ramah tamah, dilakukan diskusi ringan dan terbuka mengenai produk Gama-CHA serta peluang pengembangan produk ini di masa depan. Diskusi tersebut dipandu langsung oleh inventor Gama-CHA, drg Ika Dewi Ana, dan mendapat sambutan meriah dari peserta yang memiliki background riset produk sejenis. Diskusi semakin menghangat setelah ditampilkan beberapa contoh kasus yang sudah dikerjakan dengan Gama-CHA oleh beberapa rekan dokter gigi. Di dalam diskusi tersebut, beberapa peserta mengajukan ajakan untuk melakukan pengembangan lanjut maupun ujicoba klinis di negara masing-masing.
Sambutan paling mencolok datang dari negara tetangga, Malaysia. Kontingen peserta dari Ikatan Dokter Gigi Muslim Malaysia yang diwakili oleh dr. Hanapiah, menyatakan kekaguman dan apresiasi atas munculnya produk kedokteran gigi yang berlabel halal dan memiliki kualitas dapat dipertanggungjawabkan. Beliau mengundang Gama-CHA untuk berpartisipasi dalam kongres tahunan mereka pada akhir tahun ini, untuk berbagi pengalaman dan motivasi bagaimana perlunya kesadaran atas pemakaian dan inovasi produk halal di bidang Kedokteran Gigi.
Selain dari Malaysia, apresiasi atas produk Indonesia juga disampaikan perwakilan peserta dari Jepang. Dalam diskusinya, peserta tersebut mengungkapkan bahwa teknologi karbonat apatit yang digunakan Gama-CHA juga sedang berkembang pesat di Jepang, dan saat ini sedang menjadi pilihan dalam terapi regenerasi tulang. Menanggapi hal itu, salah satu pembicara yang hadir dalam acara malam tersebut, dr. Montalvo Arias (Spanyol), mengungkapkan tidak menyangka bahwa Indonesia sudah mampu membuat dan memasarkan produk yang cukup menarik perhatian pasar internasional.
Tentunya semua apresiasi dan peluang yang terbuka dalam kegiatan tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan sebagai pemicu pengembangan produk lebih lanjut, terutama untuk menyambut era perdagangan bebas dan MEA yang akan menjadi peluang sekaligus tantangan bagi produk Indonesia di pasar dalam maupun luar negeri.
Berita Lainnya :



