Dalam rangka persiapan realisasi pengelolaan bisnis di PTNBH, Universitas Diponegoro telah melakukan kegiatan study banding secara berkelanjutan di Gama Multi Group. Tahap awal pada tanggal 6 Oktober 2016, Wakil Rektor III Undip, Budi Setiyono, Ph.D., beserta Direktur Keuangan, Wakil Direktur aset & pengembangan, wakil direktur bisnis & usaha komersial Universitas Diponegoro Semarang secara khusus melakukan diskusi mengenai holding company UGM ini yang hingga kini telah mempunyai 6 anak perusahaan dan 8 unit usaha.
Kunjungan tahap dua dilakukan pada tanggal 11 November 2016, dimana Universitas Diponegoro mengirimkan tim pendiri holding company Undip yang terdiri dari Direktur Undip Career Center dan beberapa anggotanya. Secara keseluruhan study visit tersebut bertujuan untuk mempelajari bagaimana mengembangkan holding company sebuah perguruan tinggi, dalam hal ini Gama Multi sebagai holding company UGM. Terpilihnya Gama Multi Group sebagai tempat study banding setiap perguruan tinggi di Indonesia disebabkan karena Gama Multi dianggap sebagai role model perusahaan holding bagi perguruan tinggi di Indonesia.
Selain sharing session bersama Direktur Utama Gama Multi Group, M. Afrizal Hernandar, ST, MBA., mengenai kelembagaan GMUM dan pengelolaan organisasi bisnis & pengembangan bisnis Gama Multi Group, tim Undip juga diajak berkunjung ke beberapa subsidiary dan unit usaha Gama Multi Group, diantaranya Gadjah Mada University Club, Kantor Pos Bulaksumur, Gamatechno Indonesia, Swayasa Prakarsa dan Aino Indonesia. Diskusi berlangsung dengan sangat baik, terlihat para perwakilan universitas memberikan banyak pertanyaan dengan sangat antusias.
.jpg)
Tim dari Universitas Diponegoro ini terlihat sangat semangat dalam mempelajari pengelolaan kewirausahaan dan inkubasi bisnis yang dikembangkan oleh Gama Multi Group. Budi Setiyono mengatakan bahwa Undip sedang pada tahap awal pembentukan dan pengembangan sebuah holding company yang nantinya akan mengelola aset-aset yang ada di Undip melihat begitu besar aset yang dimiliki Undip. Selama ini aset-aset yang dimiliki Undip belum dapat dikelola dengan maksimal.
Budi Setiyono juga menyampaikan akan mencontoh dan belajar dari UGM dan Gama Multi Group terkait pengembangan unit-unit usaha yang berawal dari aset-aset yang telah ada di fakultas-fakultas perguruan tinggi. Rombongan Rektorat Undip pun tidak menyangka bahwa Gama Multi Group telah sedemikian besar karena telah mempunyai 6 subsidiary dan 8 unit bisnis yang tersebar di Yogyakarta, Jakarta dan Bali.
Gama Multi Group terpilih sebagai tempat belajar dan contoh bagi beberapa universitas tersebut karena Gama Multi Group dianggap sebagai organisasi yang berhasil mengembangkan usaha, inkubasi bisnis dan kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Beberapa perguruan tinggi yang telah melakukan study banding ke Gama Multi Group antara lain Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Indonesia, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Negeri Manado, Universitas Katolik De La Salle Manado, Universitas Klabat Manado, Universitas Hasanudin Makasar, Universitas Muhammadiyah Makasar dan Universitas Negeri Makasar, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, IAIN Sulthan Saifuddin Jambi, Universitas Andalas Sumatera Barat dan perguruan tinggi lainnya.
Perguruan tinggi tersebut melihat PT Gama Multi Usaha Mandiri bisa menjadi model usaha dan best practice yang dapat dipelajari oleh perwakilan universitas yang nantinya akan mengembangkan pusat layanan usaha, inkubasi bisnis dan kewirausahaan dengan melihat langsung best practice pengelolalaan Gama Multi Group.
Setelah melakukan diskusi di Gama Multi Group, perwakilan Undip meyakinkan diri bahwa Undip dapat menjadi seperti UGM yang telah berhasil mengembangkan perusahaan holding perguruan tinggi, dimana Gama Multi Group merupakan vehicle UGM dalam menghilirisasi hasil-hasil riset yang ada di UGM. Tahapan berikutnya Undip akan mengirimkan kembali beberapa perwakilannya (tahap tiga) ke Gama Multi Group untuk fokus mempelajari hal-hal terkait pengembangan usaha perguruan tinggi.(pink)
Berita Lainnya :



