Salah satu rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-52, Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan Pameran Pembangunan Kesehatan yang diselenggarakan bersamaan dengan Pameran Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri. Pameran dibuka secara resmi bersamaan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani; Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution; dan Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Macan Efendi.
Pameran yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai 18 s.d 20 November 2016 di Hall C3 JI EXPO Kemayoran ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan alat kesehatan yang telah mampu diproduksi dan berdaya saing sehingga dapat dimanfaatkan baik di dalam maupun di luar negeri. Disamping itu, pameran ini juga bermanfaat sebagai ajang penyediaan informasi mengenai alat kesehatan yang dibutuhkan di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum diproduksi dalam negeri sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Dalam pameran ini juga ditampilkan produk inovasi hasil karya anak bangsa yang sudah mampu memberikan semangat kepada peneliti agar mempercepat hilirasasi hasil penelitiannya. Pada kesempatan ini, Menkes RI, memberikan penghargaan Karya Anak Bangsa bidang Farmasi dan Alkes kepada 9 (sembilan) pelaku industri dikarenakan memiliki produk unggulan hasil riset dan terobosan, salah satunya adalah PT. Swayasa Prakarsa.
Dalam kesempatan tersebut, penghargaan untuk Swayasa Prakarsa diserahkan oleh Menteri Kesehatan, Nila Faried Moeloek, didampingi Dirjen Bidang Kefarmasian dan Alat Kesehtan, Maura Linda Sitanggang, dan diterima oleh Direktur Swayasa Prakarsa, Slamet Sujarwa. Dalam sambutannya, baik Menteri Koordinator PMK dan Menteri Koordinator Perekonomian mengapresiasi para penerima penghargaan yang telah berhasil menjadi motor penggerak kemandirian pemenuhan alat kesehatan di Indonesia terutama yang berbasis riset dan penelitian.
Dengan dua produk berbasis riset yang sudah berhasil dihilirisasi, GamaCHA dan INA-Shunt; yang telah memperoleh semua persyaratan sesuai regulasi legalitas peredaran alat kesehatan serta beberapa produk yang sudah menunggu untuk diluncurkan, Swayasa Prakarsa dinilai layak menerima penghargaan tersebut. Sejalan dengan dengan peranan dan kontribusinya dalam menghilirisasi hasil riset perguruan tinggi khususnya Universitas Gadjah Mada, Swayasa Prakarsa dianggap mampu memberikan stimulus terhadap perguruan tinggi lain untuk bersegera menghilirisasi hasil risetnya menjadi produk yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung di masyarakat.
Berita Lainnya :



