Sharing dan diskusi bersama Tribun
Jogja pada tanggal 20 Maret 2019 berlangsung dengan penuh antusias. Kunjungan
Gama Multi Group diterima langsung oleh Direktur Media Tribun Yogya. Kunjungan
kali ini bertema Gama Multi Group sebagai perusahaan induk yang menghilirisasi
produk-produk inovasi hasil riset UGM melalui beberapa subsidiary dan unit
usaha yang dimilikinya.
Inovasi-inovasi dari para peneliti akan dihilirisasikan oleh Gama Multi Group menjadi produk real yang nantinya akan dipasarkan ke masyarakat Indonesia dan luar negeri. Hilirisasi hasil riset UGM dilakukan Gama Multi mulai dari proses awal hingga menjadi produk real, Gama Multi mendampingi dan mendukung para peneliti sejak awal proses pengembangan produk hingga pengurusan paten, bila diperlukan.
Produk-produk unggulan hasil riset UGM
yang telah dihilirisasi saat ini antara lain Ceraspon (satu-satunya material
serap untuk menghentikan pendarahan yang tersertifikasi halal), NPC Strip (alat
deteksi dini kanker nasofaring), INA-Shunt (Piranti treatment Hydrocephalus),
dan Gama-EWS (alat deteksi dini bencana longsor).
Selain menjadi inkubator hasil riset
UGM, Gama Multi Group juga ditunjuk sebagai inkubator untuk usaha rintisan
binaan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Tahun 2019 ini
terdapat 9 usaha rintisan Yogyakarta yang lolos seleksi oleh Ditjen Penguatan
Inovasi.
Bidang usaha rintisan tersebut
bervariasi mulai dari pemanfaatan kotoran kelelawar sebagai pupuk organik
sampai pada pembuatan piranti untuk mengakses data di daerah yang tidak
terjangkau koneksi internet. Selain mendapatkan bantuan permodalan dan
pelatihan dari Ditjen Penguatan Inovasi, mereka juga akan mendapatkan
pendampingan dari Gama Multi Group dengan melibatkan para pakar dari UGM.
Selain sebagai inkubator hasil riset UGM, sejak tahun 2012, Gama Multi Group, perusahaan induk yang menaungi 10 anak perusahaan dan 6 unit usaha di UGM, telah menjadi tempat studi banding bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk pembentukan perusahaan induk sebuah universitas. Diawali pada tanggal 29-30 Oktober 2012, Universitas Andalas melakukan studi banding ke Gama Multi Group yang diselenggarakan oleh Gama Konsultan, salah satu unit bisnis Gama Multi Group.
Hingga tahun 2019, Gama Multi Group
telah menjadi tempat studi banding oleh peguruan tinggi-perguruan tinggi yang
ada di seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Perguruan tinggi
Indonesia yang telah melakukan studi banding di Gama Multi Group antara lain
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Universitas Negeri Semarang,
Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Negeri Manado, Universitas
Katolik De La Salle Manado, Universitas Klabat Manado, Universitas Hasanudin
Makasar, Universitas Muhammadiyah Makasar dan Universitas Negeri Makasar,
Universitas Diponegoro dan Universitas Indonesia.
Tujuan dari studi banding tersebut
adalah untuk mempelajari pengelolaan perusahaan induk di perguruan tinggi. Di
UGM dengan adanya perusahaan induk tersebut memberikan 3 manfaat, yaitu (1)
sejalan dengan Tri Darma Perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan
pengabdian masyarakat; maka keberadaan perusahaan induk di perguruan tinggi
akan dapat memfasilitasi aplikasi hasil riset. Sebagai contoh hasil riset dari
Fakultas Kedokteran Gigi UGM diwujudkan dalam berbagai bentuk alat kesehatan
yang diproduksi oleh PT Swayasa Prakarsa, salah satu anak perusahaan dari Gama
Multi Group. (2) Menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa,
karena mereka akan dibantu untuk memasarkan produk karya mereka oleh unit usaha
mini market yang ada dalam perusahaan induk bekerjasama dengan Fakultas Peternakan
UGM, yaitu Plaza Agro dan Biomart yang bekerjasama dengan Fakultas Biologi UGM.
(3) Membantu pemerintah daerah dalam melakukan studi potensi wilayah, amdal,
dan studi potensi wisata melalui Gama Konsultan, unit usaha Gama Multi Group,
yang melibatkan pakar berbagai bidang di UGM.(ind)
Berita Lainnya :



