Alat deteksi GeNose C-19 kini sudah beroperasional di beberapa lokasi di Indonesia sejak mendapatkan izin edar pada 24 Desember 2020 lalu. Universitas Gadjah Mada telah berhasil meluncurkan GeNose C-19 tersebut, sebuah alat yang mampu mendeteksi virus Covid-19 hanya dengan hembusan nafas. Diproduksi oleh konsorsium yang salah satu anggotanya adalah PT Swayasa Prakarsa, anak perusahaan Gama Multi Group, Holding Company Universitas Gadjah Mada.
Pada tanggal 15 Februari 2020, Rektor Universitas Gadjah Mada menyerahkan sebanyak 20 unit GeNose C-19 kepada para dekan di lingkungan UGM. Penyerahan alat skrining Covid-19 tersebut dilakukan secara simbolis oleh Rektor UGM, Prof.Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN Eng., yang diterima langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Jamhari, S.P., M.P., selaku perwakilan para dekan di lingkungan UGM.
Rektor UGM menyampaikan UGM menyerahkan GeNose kepada Fakultas/Sekolah masing-masing 1 unit alat dilengkapi dengan hepa filter beserta 100 kantung platik/balon. Pemberian GeNose diharapkan dapat membantu dalam upaya skrining Covid-19 di lingkungan kampus.
“Kita berharap GeNose bisa membantu untuk skrining kegiatan luring terbatas di fakultas seperti dies, pertemuan tamu, dan lainnya,†tuturnya. Sementara itu, untuk mendukung pemanfaatan GeNose secara mandiri di lingkungan Fakultas maupun Sekolah nantinya UGM akan memfasilitasi pelatihan pengoperasian standar GeNose di Science Techno Park (STP) UGM. Selain itu, juga diikuti dengan pelatihan pengolahan limbah medis produk GeNose.
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Jamhari., S.P., M.P., menyambut baik pemberian GeNose oleh universitas. Dengan bantuan alat tersebut kedepan setiap Fakultas maupun Sekolah di lingkungan UGM dapat secara mandiri melakukan skrining Covid-19 dengan lebih cepat. Jamhari mengatakan jika selama ini proses skrining di lingkungan fakultas dilakukan di luar kampus. Hasilnya pun baru diperoleh dalam waktu beberapa hari sehingga menimbulkan kecemasan. “Dengan memiliki GeNose sendiri kita di fakultas dapat melakukan skrining dengan lebih cepat sehingga diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi sivitas akademika di lingkungan fakultas,†paparnya.
Keberadaan GeNose yang merupakan hasil hilirisasi riset UGM ini akan sangat membantu fakultas dalam persiapan menghadapi perkuliahan kombinasi daring-luring. Kedepannya diharapkan semua riset-riset yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Indonesia dapat selalu terealisasi dan dihilirisasi ke seluruh masyarakat, seperti GeNose C-19 yang tidak hanya berupa prototype dan dipublikasi tetapi juga telah dihilirkan ke masyarakat sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Hasil-hasil riset tersebut dapat memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu juga hilirisasi produk riset perguruan tinggi dapat diimplementasikan di beberapa sektor unggulan, seperti energi, pangan, kesehatan, hankam, teknologi informasi, transportasi dan material. (i)
Sumber : www.ugm.ac.id
Berita Lainnya :



