PT Gama Multi Usaha Mandiri
bekerjasama dengan Innovative Academy dan PT Gama Inovasi Berdikari
menyelenggarakan kegiatan Business
Matching pada tanggal 27 November 2021 dengan menggandeng Badan Riset dan
Inovasi Nasional (BRIN). Acara yang sempat vacuum di tahun 2020 karena
terhalang pandemi Covid-19, akhirnya dapat kembali terselenggara pagi ini.
Dipandu oleh Indah Subadra sebagai MC, acara business matching mulai pukul
09.00 s/d 13.15 via aplikasi teleconference yaitu Zoom dan disiarkan langsung
via Youtube.
Business
Matching diselenggarakan dengan tujuan memberi kesempatan bagi para pelaku usaha
rintisan (startup) untuk bekerjasama
dengan calon mitra atau investor potensial guna mengembangkan potensi yang
dimiliki. Selain itu, acara ini merupakan kesempatan yang bagus bagi calon
mitra maupun investor untuk melakukan kerjasama dengan pelaku usaha rintisan
yang telah dibina guna meningkatkan potensi yang dimiliki.
Acara yang berjudul “Business Matching Inkubator Bisnis Teknologi
Universitas Gadjah Mada, Program Startup Inovasi Indonesia Tahun 2021, Badan
Riset dan Inovasi Nasional†ini turut mengundang Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN) dan Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, serta
dihadiri oleh 13 pelaku usaha rintisan (startup),
dan calon mitra atau investor potensial.
Pihak BRIN sangat
mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Gama Multi Usaha Mandiri.
“Kami dari BRIN mengapresiasi dan menyambut dengan baik acara ini, dimana
dengan Business Matching merupakan
cara yang paling efektif untuk menjual atau memperkenalkan produk startup secara langsung kepada calon client atau mitra,†ungkap Muchlis
Fasihu selaku perwakilan dari BRIN dalam sambutannya.
Selain itu, pada sambutan
yang diberikan oleh Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Henry
Yuliando, beliau menyampaikan terima kasih kepada inkubator yakni PT Gama Multi
Usaha Mandiri yang telah memfasilitasi para pelaku usaha rintisan untuk dapat
merasakan sense of business,
bagaimana mereka dapat bertahan menjadi bisnis yang handal, berkelanjutan,
hingga mampu menciptakan inovasi baru dan peluang baru untuk membangun
perekonomian dengan skema yang berbeda.
“Harapannya terdapat matching atau perjodohan bahwasanya tim
yang masih jarang bisa berkomunikasi langsung dengan mitra, calon investor,
ataupun perusahaan yang lebih mapan sehingga ingin bergabung atau
mengakuisisi,†sambung Henry.
Sementara sambutan terakhir
sekaligus pembukaan acara business matching dilakukan oleh Direktur Utama PT
Gama Multi Usaha Mandiri yaitu Ibnu Gunawan. Dalam sambutannya beliau juga
menuturkan acara business matching yang menggandeng berbagai mitra adalah ajang
kerja sama dalam menanamkan masa depan yang lebih baik dengan membuka
kesempatan investasi bagi mitra potensial dan ketigabelas peserta startup yang
hadir. Tak lupa, Ibnu Gunawan menyampaikan pesan kepada para pelaku usaha
rintisan.
“Pesan kepada pelaku usaha
rintisan, binaan dari inkubator bisnis teknologi UGM, agar kalian semua terus
belajar mengembangkan diri. Manfaatkan fasilitas pengembangan diri baik dari
UGM, BRIN, untuk mengembangkan kapasitas yang ada pada pengelolaan usaha
rintisan,†pungkasnya.
Selepas sambutan dari Ibnu
Gunawan, kegiatan Business Matching dilanjutkan
dengan sesi presentasi oleh 13 pelaku usaha rintisan (startup) dan sesi tanya jawab dengan reviewer secara bergantian. Kegiatan diskusi antara calon mitra
dengan para startup dimoderatori oleh
Sony Ashadi Kurniawan. Di sini moderator juga menyampaikan aturan dan tata
laksana presentasi dari mitra yang hadir. Secara berurutan tiga belas mitra
akan diberi waktu kurang lebih lima menit memaparkan usahanya di depan panelis.
ketigabelas startup yang ikut berpartisipasi antara lain AIKA NTP Digital Clock,
Mesin Es Puter Madanitec EP15, Accessive.id, Gama Rain Filter, Piperantis –
Ronature, Roomansa, Bissatech, Protokol Indonesia, ASMER Industry, Archilab
Academy, GamaKids, I-Tallenta dan Layerex.
Setelah memaparkan presentasi
tersebut panelis yang terdiri dari Ibnu Gunawan (PT GMUM), Denny Wijayanto
(Innovative Academy), dan Ridha Nurul Azizah (PT Gama Inovasi Berdikari) akan
memberikan pertimbangan dengan pengisian formulir kesepakatan dengan mitra yang
akan diteruskan menuju pembagian break out room. Melalui break out room tersebut
dilakukan diskusi mendalam antara calon mitra dan startup. (p/els/dip)
Berita Lainnya :



